Jumat, 09 September 2016

PENGIRIMAN TKI ILEGAL KE MALAYSIA DAPAT DIGAGALKAN OLEH TNI AL



Patroli TNI AL di wilayah perairan Tanjung Siapi-api Selat Malaka, berhasil menggagalkan pengiriman 20 tenaga kerja ilegal asal Indonesia ke Malayasia. Para tenaga kerja ilegal tersebut diamankan dari sebuah perahu tanpa nama.
Peristiwa itu berawal dari kecurigaan masyarakat yang melihat sebuah perahu sedang lego jangkar di tengah laut, dan mengangkut puluhan orang. Laporan masyarakat ini langsung ditindak lanjuti oleh personel TNI AL yang sedang melakukan patroli.

“Mereka diamankan saat perahu lego jangkar menunggu pemberangkatan di perairan Tanjung Siapi-api perairan Selat Malaka,” ujar Komandan Lanal TBA Letkol Laut (P) Teguh Prasetyo di Tanjungbalai, Sabtu (3/9/2016).
Petugas langsung menggiring mereka ke daratan untuk dimintai keterangan. Dari data yang dikumpulkan, para TKI ilegal tersebut berasal dari Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa. Mereka terdiri dari enam perempuan termasuk balita dan 14 laki-laki.

Sumber : http://jakartagreater.com/

Kamis, 08 September 2016

KEIKO SOEKARNO, ADALAH WANITA JEPANG PERTAMA YANG MENJADI ISTRI SANG PROKLAMATOR BANGSA, YANG TERLUPAKAN SEJARAH.


Gunawan Laruhun - Presiden Soekarno, selain dikenal sebagai proklamator dan pemimpin bangsa Indonesia, ia juga banyak diketahui memiliki kharisma tersendiri bagi kaum hawa. Hingga akhir hayatnya Bung Karno diketahui punya banyak hubungan dengan wanita, bukan saja dari Indonesia.
Selama ini mungkin kita mengenal Dewi Soekarno lah istri Bung Karno yang berasal dari luar negeri atau tepatnya berasal dari negeri Sakura, Jepang. Namun ternyata baru-baru ini terungkap, bahwa sebelum bersama Dewi Soekarno,  Presiden Pertama Indonesia ini pernah mempersunting perempuan lain asal Jepang bernama Keiko.

Fakta tersebut disampaikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Julian Permata dalam sebuah unggahan di grup pecinta sejarah nusantara bernama, The Lost History of Nusantara.
Dalam unggahannya Julian menuliskan dengan singkat tentang sosok Keiko  yang selama ini tidak diketahui publik, serta data-datanya hampir sama sekali tdak tercantum dalam sejarah. Tulisan tersebut juga disertai denan dua buah foto Keiko yang diambil dari sebuah majalah berjudul “Sari” tahun 1964.
Julian mengaku bahwa ia kebetulan saja menemukan cerita Keiko dalam buku tersebut saat bersih-bersih koleksinya.
Dan berikut isi postingan Julian yang mendapat banyak reaksi dari netizen :

KEIKO SUKARNO In memoriam to beloved one,, Keiko Sukarno,, sosok paling misterius yang tidak banyak orang Indonesia dan Jepang sendiri tahu bagaimana rupa cantiknya Keiko Sang Istri Muda Presiden Sukarno,, heran tidak ada Satu pun yang tersisa mengenai sosok wanita Jepang yang cantik ini yang dinikahi Presiden Ir. Sukarno, Istri Jepang pertama sebelum Dewi Sukarno asal Jepang di nikahi menjadi Istri asal Jepang ke dua,,, Keiko yang cantik nan Malang,,, cinta mu kepada Suami mu begitu dalam namun sungguh tragis nasibmu,,
Engkau berpulang begitu cepat dan tak ada Satu pun orang Indonesia Muda saat ini tahu bagaimana Wajah cantikmu nan rupawan,,, Engkau tercatat sebagai Istri pertama dari Jepang namun tidak ada Satu pun foto yang tersisa seperti apa sosok dirimu,,, seperti nya engkau sengaja ” dihilangkan ” dengan Tiada Satu pun Arsip foto dirimu nan cantik Jelita pada Arsip sejarah Indonesia Maupun di Japan sendiri,,, Keiko Cang,,, I found ur foto accidently in one of my old book previous collections,, Arigato Gozaimasu for everything that u have Came to my Country Indonesia and died tragically in Indonesia, u might be forget by most of Indonesians,,, but for me u are a very nice person,,, so every Indonesians here will remember this is Keiko Sukarno, the first Japanese wife who love Sukarno so well,,,”

Tidak diketahui secara pasti penyebab kematian Keiko Soekarno, namun dari informasi yang dihimpun SuratKabar, Keiko meninggal secara tragis dengan bunuh diri, setelah mengetahui bahwa Bung Karno akan menikah lagi setelah bersama dirinya.
Hanya saja kebenaran cerita tersebut masih belum mendapat pembuktian sejarah secara empiris.
Sebelumnya Bung Karno memang dikenal dekat dengan banyak wanita. Bahkan diyakini selain dengan Fatmawati Soekarno, Bung Karno memiliki 9 istri sah lain termasuk juga Keiko Soekarno ini.

Rabu, 07 September 2016

AHLI PATOLOGI FORENSIK UNIV. INDONESIA DJAJA SURYA ATMADJA MENGANALISA 7 BARANG BUKTI ADALAH NEGATIF SIANIDA



Gunawan Laruhun - Ahli patologi forensik, Djaja Surya Atmadja dalam persidangan ke-19 kasus kopi sianida, memaparkan analisanya mengenai 7 temuan barang bukti yang dia simpulkan negatif sianida. Sementara di kursi terdakwa, Jessica Wongso tampak tertawa saat mendengarkan keterangan saksi.
Tujuh barang bukti tersebut adalah gelas minuman es kopi Vietnam Mirna sebanyak 150 ml, gelas minuman es kopi Vietnam Mirna kedua sebanyak 200 ml, botol minuman es kopi Vietnam pembanding dari Kafe Olivier sebanyak 300 ml, 1 pipet, 0,1 mg/liter sampel lambung Mirna, 1 toples berisi sampel lambung, 1 toples sampel empedu dan hati, serta dua buah spuit berisi urine.
Dari ketujuh barang bukti tersebut, pada barang bukti 1 ditemukan kandungan sianida sebanyak 7400 mg/liter dan pada barang bukti 2 sebanyak 7900 mg/liter. Sedangkan pada barang bukti 5 hanya ditemukan 0,2 mg/liter sianida dari lambung Mirna Salihin.
Menurut Jaya, dari jumlah tersebut mustahil dapat menyebabkan kematian. Karena kadar mematikan sianida hanya berkisar pada angka 150-250 mg. Dengan temuan pada gelas minuman Mirna yang jika dikombinasi mencapai angka 150 mg/liter, orang yang berada di sekitar gelas akan pingsan karena aromanya yang menyengat.
© Terdakwa pembunuhan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakart... 20160815- Ekspresi Jessica Saat Mendengar keterangan Saksi Ahli Psikologi-Jakarta- Johan Tallo "Kadar sianida yang mematikan itu 150-250 mg. Anggap saja jumlah asam lambung isinya 100 cc paling banyak 1 liter. Berarti kandungannya 150 mg/liter. Kalau kadar segitu pasti teler. Paling sedikit kolaps," Jaya menerangkan.
Mempertegas pernyataan Jaya, kuasa hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan kemudian menanyakan apakah jika memang Jessica yang menaruh sianida pada saat itu juga akan pingsan dengan kadar sianida dalam gelas sebesar itu?
"Iya jelas. Kecuali kalau Jessica enggak napas. Saya enggak tahukan ada orang yang bisa tahan napas lama-lama mungkin," Jaya menjawab.
Seketika, suasana persidangan dipenuhi dengan tepuk tangan dan tawa. Begitu pula dengan Jessica yang tertawa lepas saat ahli menjawab pertanyaan pengacaranya.
Jaya melanjutkan, jangankan kadar 7000 mg/liter, 15 mg sianida saja sudah mampu memberikan efek pusing hinga pingsan pada seseorang.
"Kalau memang ada sianidanya pasti tercium. 5 mg (sianida) masih bisa ditolerir, 10 mg sudah ada muncul gejala-gejala, 15 mg udah pingsan itu. Radius 500 meter orang di sekitarnya udah pingsan semua," ujar Jaya.
Jaya Suryaatmaja merupakan ahli patologi yang mengajarkan mata kuliah toksikologi terutama sianida sejak tahun 1990 di Universitas Indonesia. Ia juga adalah satu dari 84 persen orang di Indonesia yang dapat mencium bau sianida dalam kadar 1 mg dan juga merupakan dokter spesialis DNA pertama di Indonesia.

Sumber :
 

64 WARGA INDONESIA MENDEKAM DI PENJARA MALAYSIA



Gunawan Laruhun - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Sarawak, Malaysia merilis jumlah tahanan Warga Negara Indonesia (WNI) di Bintulu, Sarawak. Tak tangung-tanggung, jumlahnya mencapai 64 orang.
“Mereka semuanya laki-laki. Jumlah tersebut, 59 orang darinya merupakan narapidana dan lima orang POCA (Prevention of Crime Act),” kata Windu Setiyoso, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Kuching, Selasa (6/9) sore.
POCA yang lebih dikenal dengan sebutan Akta Pencegahan Jenayah (UU Pencegahan Kejahatan) 2014, sebuah UU yang disahkan untuk menangani kejahatan seperti samseng (premanisme), jenayah terancang (kejahatan terencana), dadah (narkoba) dan perdagangan manusia.
Pada awalnya, UU POCA ini hanya berlaku di Semenanjung, Malaysia. Namun setelah amandemen, UU ini diperluas ke Sabah dan Sarawak.
Pemerintah Malaysia sendiri setiap lima tahun sekali membuat penelitian tentang UU ini. Memastikan apakah tindakan dari UU ini masih relevan diberlakukan atau tidak di negara Jiran itu.

Windu menerangkan, para tahanan WNI kebanyakan tersandung kasus atau melanggar Akta Dadah Berbahaya (UU Kejahatan Narkoba) 1952 dan UU Keimigrasian.
“Untuk para narapidana pelanggaran UU Keimigrasian saja, mereka dihukum antara tiga sampai enam bulan hingga 12 bulan. Mereka ini yang biasa tak miliki paspor,” katanya.
Sementara itu, lanjut Windu, untuk kejahatan dadah atau narkoba, para pelakunya bisa dipenjara selama lima tahun atau seumur hidup. Namun, hukuman bagi narapidana yang melanggar pasal lainnya juga bervariasi.
Dari penjara hanya beberapa bulan, hingga ada yang hanya dihukum cambuk. “Khusus WNI di tahanan Bintulu tidak ada yang divonis hukuman mati,” terangnya. (rk/jos/jpnn)


Sumber : JPNN.COM

Minggu, 04 September 2016

KISAH TENTANG KESAKTIAN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN

 Soedirman terkenal punya firasat dan perhitungan jitu semasa bergerilya. Anak bungsunya, Mohamad Teguh Sudirman, mendengar banyak cerita "kesaktian" ayahnya. Teguh lahir pada 1949 ketika ibunya bersembunyi di Keraton Yogyakarta saat ayahnya bergerilya. Dia tak sempat bertemu dengan ayahnya, yang meninggal dua bulan setelah ia lahir, dan hanya mendengar kisah Soedirman dari sang ibu, Siti Alfiah.


Ceritanya ketika Soedirman sampai di Gunungkidul. Ia tak mengizinkan pasukannya beristirahat lama-lama. Benar saja, beberapa saat kemudian, pasukan Belanda tiba di lokasi peristirahatan pasukannya. Jika Soedirman, yang dalam sakit bengek dan tubuh rapuh, tak segera meminta mereka jalan lagi, pertempuran tak akan bisa dihindari. "Dan bisa jadi pasukan Bapak kalah," kata Teguh.

   
Soedirman, yang selalu menyamar sepanjang gerilya, juga kerap diminta mengobati orang sakit. Di sebuah desa di Pacitan, Teguh bercerita, Soedirman dan pasukannya kelaparan karena tak menemukan makanan berhari-hari. Mau meminta kepada warga desa, takut ada mata-mata Belanda. Saat rombongan ini beristirahat, seorang penduduk menghampiri mereka dan meminta air mantra untuk kesembuhan istri lurah di situ.

Sang Panglima mengambil air dari sumur, lalu meniupkan doa. Ajaib, istri lurah yang terbaring payah itu bisa bangun setelah minum. Pak Lurah pun menyilakan Soedirman dan anak buahnya beristirahat. Ia menjamunya dengan pelbagai makanan. "Baru setelah itu Bapak mengenalkan diri," kata Teguh.


Keris Penolak Mortir 

Desing pesawat membangunkan Desa Bajulan yang senyap pada suatu hari di awal Januari 1949. Penduduk kampung di Nganjuk, Jawa Timur, yang tengah berada di sawah, halaman, dan jalanan itu panik masuk ke rumah atau bersembunyi ke balik pepohonan.

Warga Nganjuk tahu itu pesawat Belanda yang sedang mencari para gerilyawan dan bisa tiba-tiba memuntahkan bom atau peluru. Tak kecuali Jirah. Perempuan 16 tahun itu gemetar di dapur seraya membayangkan gubuknya dihujani peluru.

Di rumahnya ada sembilan laki-laki asing tamu ayah angkatnya, Pak Kedah, yang ia layani makan dan minum. Meskipun tak paham siapa orang-orang ini, Jirah menduga mereka yang sedang dicari tentara Belanda. Sewaktu pesawat mendekat, dia melihat seorang yang memakai beskap duduk di depan pintu dikelilingi delapan lainnya. "Saya mengintip dan menguping apa yang akan terjadi dari dapur," kata Jirah, September lalu.

Lelaki pemakai beskap yang oleh semua orang dipanggil "Kiaine" atau Pak Kiai itu mengeluarkan keris dari pinggangnya. Keris itu ia taruh di depannya. Tangannya merapat dan mulutnya komat-kamit merapal doa. Ajaib. Keris itu berdiri dengan ujung lancipnya menghadap ke langit-langit. Kian dekat suara pesawat, kian nyaring doa mereka.


Keris itu perlahan miring, lalu jatuh ketika bunyi pesawat menjauh. Kiaine menyarungkan keris itu lagi dan para pendoa meminta undur diri dari ruang tamu. Kepada Jirah, seorang pengawal Kiaine bercerita bahwa keris dan doa itu telah menyamarkan rumah dan kampung tersebut dari penglihatan tentara Belanda.

Dari curi dengar obrolan para tamu dengan ayahnya itu, Jirah samar-samar tahu bahwa orang yang memakai beskap bertubuh tinggi, kurus, dan pendiam dengan napas tercekat yang dipanggil Kiaine tersebut adalah Jenderal Soedirman. "Saya mendapat kepastian itu Pak Dirman justru setelah beliau meninggalkan desa ini," ujarnya.

Waktu itu Panglima Tentara Indonesia ini sedang bergerilya melawan Belanda, yang secara resmi menginvasi kembali Indonesia untuk kedua kalinya tiga tahun setelah Proklamasi. Jirah ingat, rombongan yang berjumlah 77 orang itu, datang ke Bajulan pada Jumat Kliwon Januari 1949. Di rumahnya, Soedirman ditemani delapan orang, antara lain Dr Moestopo, Tjokropranolo, dan Soepardjo Roestam. Yang lain menginap di rumah tetangga.

Selama lima hari di Bajulan, tak sekali pun Belanda menjatuhkan bom atau menembaki penduduk. "Itu berkat keris dan doa-doa," kata Jirah. Soedirman seolah-olah tahu tiap kali Belanda akan datang mencarinya. Karena itu, operasi Belanda mencari buron nomor wahid tersebut selalu gagal.

Keris Cudrik

Jenderal Soedirman juga memiliki keris kecil yang bernama keris cudrik. Anak bungsu Soedirman, Mohamad Teguh Sudirman, bercerita sewaktu ayahnya terpojok di lereng Gunung Wilis, Tulungagung, keris ayahnya bisa menyelamatkan pasukannya. Padahal ketika itu tentara gerilyawan tak punya celah meloloskan diri dari kepungan pasukan Belanda.

Soedirman tiba-tiba mencabut cundrik, keris kecil pemberian seorang kiai di Pacitan, dan mengarahkannya ke langit. Tak berapa lama, awan hitam bergulung-gulung, petir dan angin menghantam-hantam. Hujan lebat pun turun dan membuyarkan kesolidan pengepungan Belanda. Lagi-lagi pasukan Soedirman selamat.

Cundrik itu ia tinggalkan di rumah penduduk. Beberapa tahun setelah Soedirman meninggal pada 1950, Panglima Kodam V Brawijaya Kolonel Sarbini datang ke rumahnya di Kota Baru, Yogyakarta, ditemani seorang petani.

Menurut Teguh, Sarbini bercerita kepada ibunya, Siti Alfiah, petani itu hendak mengembalikan cundrik Soedirman yang dititipkan kepadanya sewaktu gerilya. "Cundrik itu kami titipkan di Museum Soedirman di Bintaran Timur, Yogya," ujar Teguh. "Tapi sekarang hilang."

Gunakan Kekuatan Mistik Dalam Berdiplomasi

Kepercayaan dan kegemaran Soedirman pada supranatural tak hanya saat gerilya, tapi juga dalam diplomasi formal dengan Belanda. Muhammad Roem punya kisah menarik tentang klenik Soedirman. Syahdan, suatu pagi beberapa hari menjelang perundingan Renville di Yogyakarta pada 17 Januari 1948, Roem dipanggil Presiden Sukarno.

Presiden meminta Ketua Delegasi Indonesia dalam perundingan itu menemui Soedirman di rumahnya. "Sebagai ketua delegasi, jiwa Saudara harus diperkuat," kata Presiden. "Temuilah segera Panglima Soedirman." Meski awalnya menolak, Roem, yang tak mengerti urusan klenik, menuruti saran itu.

Di rumahnya, Soedirman sudah menunggu. Sang Panglima ditemani seorang anak muda yang ia kenalkan kepada Roem sebagai "orang pintar". Rupanya, anak muda yang dikenal Roem tak punya pekerjaan tetap itu yang akan "memperkuat jiwa" Menteri Dalam Negeri ini. Dukun itu kemudian memberinya secarik kertas. "Jimat ini tak boleh terpisah dari Saudara," kata Soedirman. "Kalau hilang, kekuatannya bisa berbalik. Jagalah sebaik-baiknya."

Jimat itu menemani Roem menghadapi delegasi Belanda yang keras kepala tak mau hengkang dari Indonesia. Seorang diplomat Amerika Serikat yang jadi penengah rundingan itu memuji Roem dan delegasi Indonesia. "Saya sudah kesal karena Belanda begitu legalistik, tapi kalian bisa melawannya dengan legalistik juga. You are wonderful," katanya, seperti ditulis Roem dalam Jimat Diplomat. Roem, lulusan Rechts School (Sekolah Hukum) di Jakarta, hanya mesem sambil meraba jimat itu di saku celananya.


Tapi cerita paling absurd yang pernah didengar anak bungsunya, Mohamad Teguh Sudirman adalah kisah seorang santri dari Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Kepadanya, santri itu menceritakan kisah gurunya yang ikut bergerilya bersama Soedirman. Dalam sebuah pertempuran sengit, menurut santri itu, Soedirman menjatuhkan pesawat Belanda dengan meniupkan bubuk merica. Teguh berkomentar, "Gila, ini tak masuk nalar."


Sumber : TEMPO.CO
http://www.indospiritual.com/

Sabtu, 03 September 2016

IMAM BESAR NEWYORK SESALKAN PETA PALESTINA DIHILANGKAN DARI GOOGLE MAPS, PIHAK GOOGLE PUN MENJAWAB.


Liputan6.com, Bandung - Pada 25 Juli 2016 lalu, raksasa mesin pencari, Google menghapus wilayah Palestina dari layanan Google Maps dan diganti menjadi Israel. Keputusan ini mendapat kecaman dari netizen.
Bahkan salah seorang netizen bernama Zak Martin mengajukan protes melalui petisi di Change.org yang telah ditandatangani lebih dari 250 ribu orang.
Imam Besar New York, Shamsi Ali mengatakan tindakan Google merupakan bentuk penghinaan kepada bangsa Palestina serta umat muslim di dunia.
"Saya kira itu sebuah blunder dari Google dengan menghilangkan Palestina, bahkan Palestina adalah negara asli yang ada di Timur Tengah, oleh karena itu saya kira ini sebuah penghinaan bukan hanya kepada warga Palestina tapi kepada bangsa dunia islam," katanya usai memberikan tausiah di Masjid Salam ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (14/8/2016).
Sebagai bentuk protes pihaknya telah melayangkan surat elektronik kepada Google dan berharap perusahaan yang dipimpin Sundar Pichai tersebut memberikan respons.
"Sudah, sudah banyak email yang kami kirim dan kami menunggu respon dari mereka," jelas dia.
Google menyebut memang sejak awal label Palestina tak ada di layanan petanya. Di samping itu, memang ada masalah yang menyebabkan Jalur Gaza dan Tepi Barat menghilang.
"Tidak pernah ada nama Palestina di Google Maps. Akan tetapi, kami juga menemukan ada bug yang menghilangkan label Jalur Gaza dan Tepi Barat," ujar juru bicara Google seperti dikutip dari laman Engadget.  Saat ini Google tengah mengupayakan label itu segera kembali ke wilayahnya semula.
Sementara itu, juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, hilangnya Palestina dari Google seharusnya tidak diambil pusing. Pasalnya, Google Maps bukanlah peta resmi. (Kukuh Saokani/Rie)

Mengapa Palestina Hilang Dari Google Maps

Diwartakan sebelumnya, netizen dunia sempat dibuat berang oleh tindakan Google. Raksasa mesin pencari itu disebut telah menghapus nama Palestina dari layanan petanya, Google Maps.

Menanggapi hal tersebut, Google menyebut memang sejak awal label Palestina tak ada di layanan petanya. Di samping itu, memang ada masalah yang menyebabkan Jalur Gaza dan Tepi Barat menghilang.

"Tidak pernah ada nama Palestina di Google Maps. Akan tetapi, kami juga menemukan ada bug yang menghilangkan label Jalur Gaza dan Tepi Barat," ujar juru bicara Google seperti dikutip dari laman Engadget, Kamis (11/8/2016).
Saat ini Google tengah mengupayakan label itu segera kembali ke wilayahnya semula. Berdasarkan pantauan tim Tekno Liputan6.com, ketika mencari Palestina di Google Maps, nama negara tersebut memang tak ditampilkan di peta. Namun, informasi mengenai kota dan negara tersebut tetap ditampilkan di kotak informasi.

Sebelumnya Google menyebut kota-kota di wilayah tersebut sebagai "Wilayah Palestina". Namun sejak 2013, sesuai dengan arahan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), wilayah tersebut berubah nama menjadi "Palestina".

Meskipun Google sudah mengeluarkan pernyataan, tak sedikit netizen telanjur kecewa dengan keputusan tersebut. Tagar #PalestineIsHere pun disuarakan sejumlah netizen sebagai bentuk protes melalui situs microblogging, Twitter.

Sebagai informasi, Forum Jurnalis Palestina sempat mengajukan protes soal masalah tersebut. Menurut mereka, perusahaan yang kini dipimpin Sundar Pichai itu telah sengaja menghapus nama Palestina dari Google Maps pada 25 Juli 2016.

Dalam pernyataannya, keputusan Google itu disebut-sebut merupakan bagian dari skema Israel mempertahankan nama negaranya. Cara itu, menurut mereka, ditempuh sekaligus untuk menegaskan kehadiran Israel bagi generasi berikutnya, juga untuk menghapus Palestina untuk selama-lamanya.

Sebelumnya, seorang netizen bernama Zak Martin juga mengajukan protes serupa melalui petisi di Change.org. Petisi yang sudah diajukan sejak lima bulan lalu ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 250 ribu orang.

 (Dam/Why)

Sumber : http://www.liputan6.com/

GEMPA BERKEKUATAN 5,6 SR MENGGUNCANG SEKALIGUS DI TUJUH NEGARA BAGIAN AMERIKA SERIKAT



 
Gunawan Laruhun - Liputan6.com, Pawnee - Gempa dengan kekuatan 5,6 skala Richter mengguncang Pawnee, Oklahoma pada Sabtu 3 September 2016 pagi waktu setempat. Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan akibat lindu dirasakan di tujuh negara bagian di jantung Amerika Serikat.

Menurut ahli geofisika USGS, goyangan gempa dirasakan Oklahoma, Kansas, Arkansas, Missouri, Texas, Nebraska, dan Iowa.

"Gempa dengan kekuatan ini mengguncang sekitar 15 menit dan cukup dangkal, di kedalaman sekitar 7 kilometer," kata  Randy Baldwin, ahli geofisika USGS.

Lantas, mengapa area terdampak gempa sedemikian luas?

"Tanah (di wilayah tengah dan timur AS) lebih lembut, sehingga gelombang seismik berpeluang merambat jauh, dibandingkan gempa di California dan Nevada," kata Robert Sanders, ahli geofisika USGS.

 Meski kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa sebesar itu tak luar biasa, namun guncangan yang meluas memicu kekhawatiran dan spekulasi di sosial media.

Apalagi, sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh USGS mengungkapkan bahwa orang-orang di sejumlah bagian Texas dan Oklahoma saat ini menghadapi risiko guncangan serupa akibat aktivitas manusia, seperti injeksi fluida (fluid injection) atau ekstraksi bahan tambang -- menciptakan risiko yang serupa dengan gempa alami yang terjadi di California.

USGS menjelaskan tentang risiko yang disebut gempa 'induksi' -- menekankan bahwa Oklahoma City dan wilayah sekitarnya memiliki peluang 5 sampai 12 persen mengalami kerusakan akibat gempa pada 2016.

"Oklahoma Corporation Commission, badan pengawas yang meneliti bahan bakar, minyak, gas, fasilitas publik, dan industri transportasi saat ini sedang meninjau sumur-sumur disposal di sekitar pusat gempa di Pawnee," kata Gubernur Oklahoma Mary Fallin dalam Twitternya, seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/9/2016).

Selain itu, Departemen Transportasi Oklahoma juga sedang meneliti apakah ada kerusakan yang dialami sejumlah jembatan di sekitar area terdampak gempa. Para insinyur juga sedang meneliti kelayakan dan keselamatan bangunan pascalindu.

Sejauh ini, gempa dipastikan merusak setidaknya satu bangunan bersejarah di Pawnee, Oklahoma.

"Itu adalah sebuah bangunan tua bersejarah berusia sekitar 100 tahun. Strukturnya masih berdiri, namun lapisan terluarnya pecah. Mungkin hanya kerusakan kosmetik, namun kami belum mengetahuinya pasti," kata Brad Sewell, Wali Kota Pawnee.

Sumber :  http://www.liputan6.com/