Wiranto Resmi Ditunjuk Jadi Menko Polhukam gantikan Luhut
SuaraNetizen.com - Ketua Fraksi Partai Hanura Nurdin
Tampubolon membenarkan kabar bahwa Ketua Umum partainya, Wiranto telah
ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.
"Benar. Itu sudah memang sesuai informasi Pak Wiranto menjadi Menkopolhukam," kata Nurdin saat dikonfirmasi, Rabu (27/7/2016).
"Yang jelas, Pak wiranto secara resmi sudah ditunjuk dan diinformasikan (akan) dilantik pada siang ini pukul dua," sambung dia.
Adapun mengenai kemungkinan Wiranto rangkap jabatan jika
telah dilantik menjadi menteri kabinet, Nurdin mengatakan hal tersebut
bukan hal yang perlu dipermasalahkan.
"Kalau masalah partai bisa diatur," kata dia.
Adapun mengenai dua menteri Hanura yang dikabarkan akan
dicopot, yaitu Yuddy Chrisnandi dan Saleh Husin, Nurdin enggan
berkomentar banyak. Termasuk soal pengganti keduanya. Ia mengaku belum
mendapat informasi lebih lanjut.
"Kalau Pak Saleh dan Pak Yuddy diberhentikan itu tergantung
penilian beliau. Beliau-beliau diberhentikan informasinya itu yang kami
dapat," kata dia.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Joko
Widodo akan mengumumkan perombakan kabinet ataureshuffle jilid II, Rabu
(27/7/2016) pukul 11.00 WIB.
"Insya Allah, pukul 11.00 WIB lebih sedikitlah, secara
resmi Presiden akan menyampaikan kepada publik (pengumuman reshuffle),"
ujar Pramono di Pintu Masuk Wisma Negara, Jakarta, Rabu pagi. (Kompas)
Pengamat menilai militer Indonesia lebarkan pengaruh
Militer Indonesia terus melebarkan
pengaruh karena didorong ketidakpercayaan atas politisi sipil, kemuakan
terhadap polisi, dan keyakinan bahwa Indonesia diserang asing melalui
cara-cara nonmiliter.
Laporan lembaga kajian konflik, Institute for Policy Analysis of Conflict atau IPAC berjudul The Expanding Role of the Indonesian Military menyoroti perkembangan TNI selama beberapa bulan terakhir. “Konsep
‘perang proksi’ milik TNI mengubah ancaman internasional menjadi bahaya
domestik dan karenanya membenarkan peran militer di ranah domestik.
Semuanya, mulai dari krisis asap sampai ke penyuaraan hak-hak LGBT
menjadi bukti bahwa musuh asing berupaya melemahkan Indonesia dari
dalam,” kata Sidney Jones, Direktur IPAC. Laporan itu menakar
seberapa jauh tekanan yang dilakoni TNI untuk melebarkan pengaruhnya,
terutama di bidang antiterorisme. Jawabannya, dapat dilihat dalam
serangan di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari lalu dan
masih buronnya Santoso di Sulawesi Tengah. Menurut Jones, lantaran
kepolisian secara efektif bisa menangani serangan 14 Januari dan fakta
bahwa Santoso belum bisa ditangkap -walau TNI sudah mengerahkan 2.000
personel untuk mencarinya- maka militer sementara berhenti meminta
penggelaran operasi.
TNI juga tidak diberikan tambahan kekuasaan dalam draf Undang-Undang Antiterorisme yang tengah dibahas di parlemen. Bagaimanapun,
dalam draf itu terdapat pasal 43b yang menyatakan presiden akan
menentukan kebijakan dan strategi nasional untuk mengatasi terorisme dan
keduanya akan diterapkan oleh kepolisian, TNI, dan badan lainnya sesuai
dengan kewenangan masing-masing. Fungsi TNI, menurut pasal itu,
akan membantu kepolisian. Namun, batasan bantuan TNI ke kepolisian belum
pernah dijelaskan secara rinci dan presiden bisa merumuskan strategi
yang di dalamnya memberi keleluasaan bagi TNI. Keleluasaan itu tercermin dalam keterlibatan TNI dalam tugas-tugas non-militer, seperti di bidang pertanian.
Selain di bidang pertanian, TNI juga dilibatkan dalam
upaya pemadaman kebakaran hutan seperti di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Secara keseluruhan, menurut laporan IPAC, terdapat 5.000 tentara yang
dikerahkan selama September-November 2015 di Sumatera dan Kalimantan. Melebarnya
peran TNI ke berbagai sektor menandakan perlunya suatu tinjauan
independen terhadap kebijakan pertahanan, strategi, dan struktur
kekuatan TNI. Sampai tinjauan rampung, menurut laporan IPAC, maka
aktivitas TNI di ranah nonmiliter mesti berhenti dan pemerintah
memastikan bahwa ada landasan hukum terkait tugas-tugas non militer yang
dilakukan TNI. “Hampir 18 tahun setelah demokrasi ditegakkan
kembali, Indonesia masih perlu melembagakan sekat-sekat untuk memastikan
adanya batasan terhadap pelebaran tugas militer yang kini berlangsung,”
kata Jones.
Ranah sipil
Pelebaran peran TNI ke berbagai ranah, termasuk ranah sipil, diamini peneliti LSM Imparsial, Al Araf. Hal ini menurutnya terlihat dari adanya ratusan memorandum of understanding (MoU) antara TNI dengan kementerian, lembaga, universitas, perusahaan, dan pemerintah daerah. "Berbagai
MOU tersebut membuat dinamika TNI masuk kembali ke dalam ranah sipil
dan keamanan dalam negeri, seperti terlibat penjagaan stasiun, terminal,
seperti masa Orde Baru," ungkapnya kepada BBC Indonesia.
Ditambahkannya,
kesepakatan tersebut telah melanggar UU No 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Sebenarnya itu bukan tugas TNI. Tugas utama TNI adalah alat pertahanan negara," katanya. Dia mengkhawatirkan, praktek seperti itu dapat menjadi celah bagi TNI untuk ‘bermain’ di ranah sipil-politik. Sebelumnya,
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam jumpa pers di Mabes
TNI, Minggu (04/10), mengatakan pihaknya menyerukan agar anggota TNI
'tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis dan dijamin
kesejahteraannya'. Di hadapan wartawan, Gatot Nurmantyo berharap
agar prajurit TNI memiliki kebijakan politik negara yang menganut
prinsip demokrasi, informasi sipil, dan hak asasi manusia. Dia juga menegaskan, walaupun terdapat kekurangan, TNI saat ini berada dalam 'periodesasi kekuatan yang membanggakan'. "Karena reformasi internal, baik secara ritual maupun kultural, telah sepenuhnya tuntas kami laksanakan," tandas Gatot.
Program pelatihan bela negara yang
melibatkan 4.500 kader dari 45 kabupaten/kota akan dibuka Menteri
Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhan,
Jakarta, Kamis (22/10).
Untuk tahap pertama, pelatihan tersebut
akan menyasar sekitar 100 calon pelatih inti di resimen induk komando
daerah militer alias rindam.
“Pelatihan akan berlangsung selama
satu bulan di masing-masing 45 kabupaten atau kota. Sifatnya sukarela,
tanpa paksaan,” kata Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhan,
Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin, kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome
Wirawan.
Kesukarelaan kader bela negara diamini Yudianegara, calon
peserta pelatihan bela negara di Surakarta, Jawa Tengah. Pemuda itu
sengaja meninggalkan bangku kuliah selama satu bulan demi mengikuti
pelatihan. Bersama 21 pria lainnya, dia tampak berbaris rapih di Komando
Distrik Militer 0735 Surakarta.
“Saya sudah mohon izin pada
keluarga dan kampus untuk ikut bela negara dan mereka mengizinkan. Saya
termotivasi karena sejak dulu saya ingin menjadi tentara demi
mempertahankan negara,” katanya.
Sebanyak 45 kabupaten/kota mengirimkan peserta pelatihan bela negara.
Wajib militer
Namun, apakah program bela negara sama dengan wajib militer?
Pertanyaan
itu menguat di kalangan masyarakat setelah program itu dicetuskan
pertama kali Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dua pekan lalu.
Kala
itu dia mengatakan bela negara diatur dalam Pasal 27 ayat 3
Undang-Undang Dasar 1945 , yang menyebutkan warga negara berhak dan
wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Akan tetapi Kepala
Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI
Hartind Asrin menolak anggapan bahwa bela negara sama dengan wajib
militer.
Image copyrightGettyImage caption
Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian
Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin menolak anggapan bahwa bela
negara sama dengan wajib militer.
“Pendek kata, kurikulum pelatihan bela negara tiada
materi militernya sama sekali, yang ada baris berbaris. Inti dari
kurikulum ialah lima nilai dasar, yakni cinta Tanah Air, rela berkorban,
sadar berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi
negara, serat memiliki kemampuan awal dalam bela negara baik fisik
maupun nonfisik,” papar Hartind.
Menurutnya, beragam problem bangsa Indonesia, seperti bentrokan antaragama, berawal dari pemahaman Pancasila yang minim.
“Yang di Tolikara, kemudian di Aceh Singkil, itu kan terjadi awalnya dari bagaimana mereka menghayati Pancasila,” kata Hartind.
Untuk itulah, menurutnya, pendidikan kewarganegaraan akan diberikan dalam program pelatihan bela negara.
http://ichef.bbci.co.uk/news/ws/624/amz/worldservice/live/assets/images/2015/10/22/151022014224_bela_negara_solo_624x351_bbc.jpg
Al-Araf dari lembaga Imparsial mengatakan program bela negara lebih tepat dipegang Kementerian Pendidikan.
Pendidikan sekolah
Materi
pendidikan bela negara yang disebutkan Kementerian Pertahanan itu
dinilai kalangan pegiat sama saja dengan mata pelajaran kewarganegaraan
di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Atas dasar itu,
Al-Araf dari lembaga Imparsial mengatakan program bela negara lebih tepat dipegang Kementerian Pendidikan.
“Secara
sistem, yang lebih tepat ialah Kementerian Pendidikan melalui kurikulum
pendidikan kewarganegaraan. Lalu bisa pula memaksimalkan kegiatan
ekstrakurikuler, seperti pramuka, paskibra palang merah remaja,” kata Al
Araf.
Dia juga merujuk pada anggaran Kemenhan untuk melaksanakan
program bela negara yang mencapai Rp45 miliar. Menurutnya, Kemenhan
perlu mengefisiensikan anggaran untuk program prioritas, seperti
alat utama sistem persenjataan dan kesejahteraan prajurit.
“Efisiensi
anggaran perlu dilakukan salah satunya menghapuskan program-program
yang tidak efektif. Kalau seperti ini, orang akan menganggap ini hanya
sebuah proyek semata,” katanya.
Salah satu moment yang paling ditunggu oleh pecinta astronomi adalah
hujan meteor. Tahukah Anda bahwa saat ini hujan meteor memang
benar-benar sedang terjadi di langit?
Untuk diketahui terlebih dahulu hujan meteor
adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat
bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan
benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi
dengan kecepatan tinggi.
Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir
semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai
permukaan Bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika
Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya. Tahun ini, Perseids adalah hujan meteor paling populer. Itu akan terjadi pada Agustus mendatang. Perseids
adalah fenomena alam berupa hujan meteor yang sering dikaitkan dengan
komet Swift-Tuttle. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor
ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet
Swift-Tuttle (nama resmi: 109P/Swift-Tuttle) yang masuk ke atmosfer
Bumi. Komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dan
mengelilingi matahari setiap 130 tahun sekali. Setiap pertengahan Juli
hingga Agustus, Bumi melintasi orbitnya sehingga sisa material komet
tadi tertarik oleh gravitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor. Namun, untuk melihat hujan meteor, saat ini kita sudah dapat
menikmatinya karena hujan meteor Delta Aquarids sudah dimulai 12 Juli
kemarin. Hujan meteor Delta Aquaid terjadi karena bumi melewati puing-puing komet 96P/Machholz. Komet menurut InfoAstronomy,
ditemukan tahun 1986 oleh astronom amatir Donald Machholz. Delta
Aquarid dapat diamati mulai pukul 23:00 waktu setempat pada 28 Juli
2016, ketika itu rasi bintang Aquarius berada di langit Timur. Delta Aquarids, sebagaimana dilansir Science Alert, Kamis (21/07/2016), akan mencapai puncaknya pada 28 dan 29 Juli 2016 mendatang. Ini akan jelas terlihat di bumi belahan selatan, tetapi orang-orang di belahan utara juga masih dapat menikmatinya. Selama puncak, setidaknya 20 meteor per jam dapat kita lihat. Hujan Delta Aquarids akan berlangsung hingga sekitar 23 Agustus, tumpang tindih dengan Perseid yang mengalami puncak pada pertengahan bulan tersebut. Waktu terbaik untuk nonton Waktu terbaik untuk menonton hujan meteor adalah antara pukul 02.00
hingga 03.00 WIB. Saat langit gelap bebas dari sinar bulan dan lampu
buatan, maka Delta Aquarids akan jelas terlihat karena sifatnya sedikit
samar. Bagaimana kalau melihatnya siang hari? Ya, itu sah sah saja, tapi ya bagaimana mungkin??? Cara menonton Beberapa waktu lalu, Peneliti Utama Astronomi-Fisika Lembaga
Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin
mengatakan fenomena hujan meteor bisa dilihat dengan menggunakan mata
telanjang. Lantas, apa ada cara terbaik untuk melihat hujan meteor? “Dengan
berbaring menatap langit berharap melihat bintang yang beralih atau
bintang jatuh, ke segala penjuru dari rasi Leo,” terang Thomas
Djamaluddin sebagaimana dilansir VivaNews. Seperti dimuat laman Space.com, para pemburu Leonid sebaiknya menanti
sambi berbaring di atas tanah atau bangku. Menanti jatuhnya meteor bisa
berlangsung lama di udara dingin, jadi disarankan untuk memakai pakaian
hangat. Itu pun juga tergantung cuaca, kalau awan sudah berkumpul pekat, ya
nasib, Anda bukannya melihat hyujan meteor, melainkan hujan beneran
hehehe..
sumber : http://simomot.com/2016/07/22/jadwal-hujan-meteor-juli-dan-agustus-2016/
Belum lama ini masyarakat dihebohkan dengan ulah ceroboh warga Prancis,
Romain Pierre yang menerobos markas Kesatuan Kodim 0614/Kota Cirebon
tanpa izin hanya demi bermain Pokemon Go. Nah, kabar tersebut ternyata
tidak hanya heboh di media lokal setempat, tetapi juga disorot media
asing.
“French Pokemon Go player arrested on Indonesian military base” menjadi tajuk berita media Inggris The Guardian, Selasa (20/07/2016). Situs tersebut menyebutkan bahwa Pierre sempat ditahan atas ulahnya yang dianggap mencurigakan. Laman Australia ABC.net.au menulis berita tersebut dengan
judul “Pokemon Go blamed for French businessman straying onto Indonesian
military base”. Dari situs tersebut disebutkan bahwa pengusaha Prancis
itu sempat mencoba melarikan diri ketika berhadapan dengan aparat, dan
ditahan selama beberapa jam sebelum akhirnya dibebaskan Selasa pagi. Judul serupa, “Man Caught Hunting Pokemon On Indonesian Military Base” menghiasi situs NDTV. Sementara dengan “French man gets arrested for trespassing a military base during Pokemon hunt”, Mashable Asia memberitakan bahwa Pierre tidak sengaja memasuki kompleks militer saat jogging sambil berburu Pokemon. “Frenchman detained in Indonesia for playing Pokemon Go on military base” digunakan Asian Correspondent untuk laporan berita dampak permainan Pokemon Go yang semakin mendunia. Pierre diamankan anggota TNI karena mencoba masuk dengan cara
melompat ke Kesatuan Kodim 0614/Kota Cirebon tanpa izin pada Selasa 19
Juli malam. Saat itu WNA Prancis tersebut mengenakan celana hitam dan
kaus merah muda. Komandan Kodim 0614 Kota Cirebon Letkol Inf Suharma Zunam menuturkan
penangkapan Romain berawal dari kecurigaan penjaga yang melihat
aktivitas Romain Pierre yang berada di depan pintu masuk Kodim. “Jadi, WNA itu tidak sempat masuk apalagi loncat portal. Kami malah menegurnya,” kata Suharma Zunam, Selasa, 19 Juli 2016.
Romain Pierre diinterogasi gara-gara nyasar ke markas Kodim Cirebon. (JPNN)
Dia mengatakan, saat petugas jaga menegur, Romain kaget dan langsung
lari. Petugas yang berjaga pun sigap mengejarnya. Ia kemudian
diinterogasi di pos keamanan Makodim 0614 Kota Cirebon. Dia mengatakan, saat ditegur, Romain tengah fokus bermain gim Pokemon
Go. WNA tersebut sontak kaget melihat bahwa yang menegurnya adalah
anggota TNI, sementara lokasi perburuan Pokemon itu merupakan wilayah
militer. “Penangkapan WNA saat pengejaran juga dibantu sekuriti BBWSCC yang
lokasinya tidak jauh dari Makodim,” kata Suharma sebagaimana dilansir Liputan6. Saat diinterogasi, lanjut dia, Romain mengaku tengah melakukan
olahraga joging malam dari Hotel Aston Cirebon. WN Prancis itu juga
mengakui tengah fokus bermain Pokemon Go tanpa menyadari posisinya
berada di mana.
Foto penampakan awan aneh dan mengerikan di langit Arizona
Sebuah kota berselimut awan jamur raksasa. Peristiwa itu terekam kamera
dan sempat membuat sejumlah orang khawatir karena awan jamur selama ini
selalu berhubungan dengan ledakan nuklir, bahkan ada yang menyamakan
dengan adegan film bergenre malapetaka The Day After Tomorrow.
Semula beberapa orang menganggap foto tersebut hanya editan. Namun, kemduian diketahui bahwa foto itu merupakan gambar asli yang diambil oleh Bruce Haffner, reporter lepas dan pilot helikopter. Bukan awan jamur akibat ledakan nuklir yang diabadikan Haffner,
melainkan fenomena langka bernama microburst. Peristiwa itu terjadi di
Phoenix, Arizona, pada Selasa 19 Juli 2016.
Penampakan mengerikan awan jamut. (Bruce Haffner)
Menurut deskripsi Weather Channel, pada dasarnya microburst merupakan
kebalikan dari tornado. Ketika tornado menyalurkan angin dari bawah ke
atas, microburst bertindak sebaliknya. Microburst biasanya terjadi saat badai petir yang bisa menyebabkan
awan hujan berisi tetesan air atau es bercampur dengan potongan udara
kering. Ketika hal itu terjadi, udara kering menyedot kelembaban dari udara
basah. Peristiwa tersebut menyebabkan udara basah berubah menjadi dingin
dan mulai turun. Jika seluruh proses tersebut terjadi secara cepat di area yang luas,
maka kolom udara dingin akan turun secara cepat dan menyebar di atas
tanah dengan kekuatan besar, atau biasa dikenal dengan microburst.
Sebagaimana dikutip dari Quartz, Kamis (21/07/2016), angin
yang dihasilkan dapat mencapai kecepatan 273 kilometer per jam — dapat
menumbangkan pohon besar. Microburst juga dapat membawa hujan, sering
disebut bom hujan, namun relatif jarang terjadi. Walaupun microburst dapat merusak bangunan dan mencelakai orang, dampak negatif terbesar dirasakan oleh pesawat. Setidaknya terdapat sembilan kecelakaan fatal ketika burung besi itu terdorong microburst ke tanah. Hingga saat ini tak ada cara untuk memprediksi munculnya fenomena langka itu. Namun seperti dilansir oleh The Slatest,
secara umum ahli meteorologi menyebut, microburst biasanya terjadi saat
siang hari saat udara panas, lembab, disertai angin kencang, dan jumlah
besar air yang mampu diendapkan di bawah atmosfer.
Negara Indonesia dikabarkan telah kemasukan 10
juta pekerja asing, khususnya berasal dari negara China. Kabar tersebut
langsung dibantah Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Menaker M. Hanif Dakhiri menjelaskan, jumlah pekerja asing asal China
di Indonesia sekitar 14-16 dalam periode satu tahun dari total jumlah
pekerja asing lain yang mencapai 70 ribuan pekerja. “Tidak benar! Pekerja asing di Indonesia totalnya mencapai 70 ribuan,
mereka keluar dan masuk dalam periode satu tahun itu, “ ujar Hanif
Dakhiri di Jakarta, Minggu (17/07/2016). Menaker Hanif sebagaimana dilansir VivaNews juga menyangkal
rumor masuknya 10 juta pekerja China sebagai bagian dari komitmen
kerjasama Indonesia-China. Menurut Hanif, sebagaimana halnya pekerja
asing dari negara lain, mengalami fluktuasi atau naik turun setiap
tahunnya.
(sumber:Facebook)
Namun jumlah pekerja China tetap berkisar antara 14-16 ribu pekerja
dalam periode satu tahun atau sekitar 20-22 persen dari total 70 pekerja
asing di Indonesia. “Jadi bohong besar jika dikatakan akan ada 10 juta pekerja asing asal
China yang masuk Indonesia. Kemungkinan angka itu diolah dari target
kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), “ ujarnya. Berdasarkan data yang dhimpun, Menaker mengungkapkan total target
kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun 2016 sekitar 12 juta. Target
tersebut mengalami peningkatan tiga tahun beruntun, yakni 15 juta
(2017), 17 juta (2018) dan 20 juta Wisman di tahun 2019. Dari total target tersebut, target kunjungan wisman dari Greater
China (China, Hong Kong, Macau dan Taiwan) sebesar 10,7 juta pekerja.
Rinciannya tahun 2016 sebanyak 2,1 Juta, setahun berikutnya 2,5 Juta,
dan meningkat menjadi 2,8 juta di tahun 2018 dan 3,3 juta pekerja di
tahun 2019. “Jadi jelas bahwa angka 10 juta pekerja Tiongkok itu angka insinuasi
atau angka provokasi karena dalam target kunjungan wisman dr Greater
China pun tidak ada angka itu, “ jelas Hanif. Dia menambahkan jumlah rerata pekerja asing di Indonesia tetap berada
di kisaran 70 ribuan (dari semua negara) atau sekitar 0.027 persen jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 257 juta. Angka 70 ribu itu juga, hanya sekitar 0.05 persen apabila
dibandingkan dengan angkatan kerja Indonesia tahun 2016 yang mencapai
128 juta. “Jika dibandingkan dengan tahun 2011, 2012 dan 2013, jumlah pekerja
asing pada tahun 2014, 2015 dan 2016 cenderung menurun, “ terang dia. Hanif seperti diberitakan Liputan6 juga menyebutkan data
jumlah pekerja asing di Indonesia selama lima tahun mengalami fluktuasi.
Rinciannya adalah sebanyak 77.307 pekerja di tahun 2011, 72.427 (2012),
68.957 (2013), 68.762 (2014), 69.025 (2015) dan hingga satu semester
(hingga 30 Juni) tahun 2016 sebanyak 43.816 pekerja. Ketika ditanya lebih besar pekerja asing di Indonesia dengan Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, Hanif menyebut jumlah
TKI yang bekerja di luar negeri. “Pekerja asing di Indonesia berjumlah sekitar 70 ribuan, sementara penduduk Indonesia sekitar 257 jutaan, “ ujarnya. Dia juga membandingkan jumlah TKI yang bekerja di luar negeri. Dengan
jumlah penduduk Malaysia sebanyak 31 juta, jumlah TKI mencapai 2 juta
dan Singapura dengan jumlah 5,5 juta jiwa, jumlah TKI sekitar 150 ribu. Sementara Hong Kong (China) yang berpenduduk 7 juta jiwa, jumlah TKI
sekitar 153 ribu dan penduduk Korea Selatan sekitar 51 juta, dihuni TKI
sekitar 58 ribu. Sedangkan penduduk Taiwan sekitar 23 juta jiwa, TKI-nya
sekitar 200 ribu dan jumlah penduduk Makau (China) sekitar 642 ribu,
TKI-nya mencapai 16 ribu. “Angka itu baru sebagian negara di Asia Pasifik saja, belum termasuk
TKI kita di Timur Tengah, Eropa maupun Amerika, “ jelas Hanif. Dari data jumlah TKI tersebut, lanjut dia, terlihat jumlah TKI di
China (Hong Kong dan Makau sekitar 169 ribu) adalah 10 kali lebih besar
dari pekerja Tiongkok di Indonesia yang sekitar 14-16 ribu dalam periode
satu tahun. “Jadi Indonesia-lah yang sebenarnya menyerang China dari sisi tenaga kerja, bukan sebaliknya, “ tuturnya.