Sabtu, 07 September 2013

Rudal buatan Indonesia

Indonesia Akan Punya Rudal Buatan Sendiri


bintancenter.blogspot.com - Indonesia Akan Punya Rudal Buatan Sendiri
Indonesia Akan Punya Rudal Buatan Sendiri
Indonesia Akan Punya Rudal Buatan Sendiri - Universitas Gadjah Mada (UGM), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama mengembangkan teknologi roket Indonesia. Kerjasama ini bagian dari cita-cita beberapa tahun lalu untuk membuat produk roket berhulu ledak yang merupakan basis teknologi rudal itu.

Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, mengatakan teknologi roket perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan persenjataan pertahanan negara. Di samping itu, pengembangan juga diperlukan untuk pemanfaatan roket bagi kesejahteraan masyarakat kendati teknologi ini tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Ketika dokter dan guru tidak ada, orang akan protes. Tapi kalau tidak ada roket, orang tidak akan protes karena roket tidak bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen politik,” kata Pratikno, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 8 Juni 2012.

Manurut Pratikno, pengembangan roket menjadi pilihan kebijakan strategis kepentingan jangka panjang yang seharusnya menjadi perhatian negara. “Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil yang penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM siap kerja sama terhadap hal yang penting dan strategis ini,” katanya.

UGM bersama Kemristek dan Lapan telah membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM). Rencananya, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.

Roket Berhulu Ledak

Staf Ahli Pertahanan dan Keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., DIC, mengatakan Kemenristek tengah merencanakan produksi roket hasil pengembangan Lapan. Roket tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan sebagai pengganti roket yang dibeli dari luar negeri.

Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.

Uji coba peluncuran roket R-Han 122 ini sudah berhasil dilakukan di Baturaja, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya jelajah 15 kilometer dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri tersebut.

"Seribu roket sebetulnya akan kami pakai untuk multiple launcher, atau meluncur bersama-sama," ujar dia dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Kementerian Pertahanan dan BPPT di Jakarta, Kamis 17 Maret 2011 lalu.

Kepala Lapan, Drs. Bambang Setiawan Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program produksi roket merupakan proyek ambisius Lapan. Pasalnya, sedikit negara telah memiliki program pengembangan roket, antara lain Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang, Korea Utara, Iran, dan Pakistan.

“Kita dalam proses untuk mengembangkan. Ujung-ujungnya, roket yang kita hasilkan mampu mengantarkan benda ke luar angkasa,” katanya.

Alih Teknologi Rudal

Untuk roket yang bisa mengantarkan benda ke angkasa, Indonesia sebenarnya sudah berhasil membuatnya. Juli 2009 lalu, Lapan berhasil menerbangkan roket terbesar dengan nama RX-420. Roket yang akan digunakan untuk pengorbit satelit itu mampu menjangkau jarak 101 kilometer, dengan kecepatan 4,4 mach atau setara dengan kecepatan suara sekitar 344 meter per detik.

Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Elly Kuntjahyowati, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Kamis, 2 Juli 2009, mengatakan, uji terbang roket itu merupakan tahapan untuk membangun Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang diharapkan terbang pada 2014.

Dan Menteri Pertahanan saat itu, Juwono Sudarsono, menyatakan, kemampuan ini menjadi dasar untuk pengembangan sistem persenjataan rudal. "Salah satu uji coba Lapan dan Menristek adalah untuk mengajukan alternatif salah satu penangkal, tidak perlu kapal perang atau senjata. Tapi rudal yang berpangkal di darat," kata Juwono Sudarsono.

Kementerian Pertahanan memang sudah lama memikirkan produksi rudal dalam negeri. Ini mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu. Dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia, pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter.

Untuk teknologi rudal ini, Indonesia pelan-pelan melakukan alih teknologi dari negara-negara yang lebih dulu mengembangkannya. Maret 2012 lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, ada pembicaraan dengan China untuk membangun pabrik rudal C-705 di Indonesia. "Kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi," kata Purnomo.

Peluru kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. "Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan," kata dia.

Rudal C-705 yang pertama diproduksi di China ini akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI Angkatan Laut. Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.

Rudal tercanggih di Asean milik Indonesia

Inilah Rudal Tercanggih di Asean Yang Hanya Dimiliki Indonesia

Inilah Rudal Tercanggih di Asean Yang Hanya Dimiliki Indonesia
Yakhont : Rudal Jelajah Supersonic TNI-AL

[Image: yakhount.jpg?w=300&h=207]
Ciri khas Yakhont dilengkapi air intake mirip pesawat tempur MIG era masa lalu

Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini.yaitu Rusia,Indonesia dan India.di India rudal ini dinamakan Brahmos,karena India sendiri mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini di India.rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara.rudal ini dapat ditembakkan di lewat Darat,Laut(Kapal Perang) dan Pesawat Tempur.namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat.karena rudal in sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan di pesawat tempur.

[Image: 109479_ujicoba-penembakan-rudal-yakhont-...an-354.jpg]
Proses peluncuran Yakhont dari KRI Oswald Siahaan

Untuk pertama kalinya pada hari Rabu, 20 April 2011, sebuah rudal Yakhont berhasil di ujicoba tembak oleh TNI AL di perairan selat sunda (Samudera Hindia). Lewat ujicoba ini akhirnya ditehaui penempatan Yakhont, yakni di jenis frigat TNI AL kelas Van Speijk buatan Belanda. Saat ujicoba 20 April, Yakhont diluncurkan dari KRI Oswal Siahaan (354). Dalam ujicoba, sasaran tembak Yakhont berada di lintas cakrawala, yakni menghantam target dengan jarak 135 mil laut atau sekitar 250 km. Target Yakhont adalah eks KRI Teluk Bayur (502), sebuah LST (landing ship tank) keluaran tahun 1942 yang dibuat di Amerika Serikat.
untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan.

[Image: rudalyakhont160411-7.jpg?w=300&h=183]
Posisi penutup tabung peluncur Yakhont di frigat Van Speijk TNI AL

Menurut informasi dari situs Kementrian Pertahanan RI, saat ini 16 KRI sudah dipasang rudal Yakhont, yaitu enam pada kapal jenis frigat dan 10 di kapal perang Korvet. Masing-masing frigat dipasang delapan unit Yakhont sedangkan Korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

[Image: pib-brahmos-h260120036-s.jpg?w=300&h=198]
Brahmos/Yakhont dalam sebuah parade militer di India

[Image: yakhont-bastion-tel-mzkt-7930-1s.jpg?w=3...;amp;h=283]
Model truck pengangkut/pelontar Yakhont

[Image: 0204.jpg?w=300&h=192]
Pola Penembakan Yakhont dari kapal perang

[Image: bastionestacionario11cz.jpg?w=300&h=171]
Pola penembakan Yakhont dari daratan ke laut

Spesifikasi Yakhont
Negara Pembuat : Rusia
Pabrikan : Beriev
Jangkauan Tembak : 300 Km pada manuver jelajah tinggi
120 Km pada menuver jelajah rendah
Kecepatan : 2 – 2,5 Mach
Ketinggian Terbang : 5 – 15 meter (fase terakhir sebelum mengenai target)
Berat Bahan Peledak : 200 Kg
Pengarah Navigasi : aktif pasif radar seeker head
Jangkauan Tembak Minimum : 50 Km
Propulsi : solid propellant booster stage dan liquid propellant ramjet sustainre motor
Media Peluncuran : dari bawah air, kapal permukaan dan dari daratan
Berat : Rudal 3,000 Kg
Rudal plus kontainer 3,900 Kg

Sumber : http://tekateki2013.blogspot.com/2013/04/inilah-rudal-tercanggih-di-asean-yang.html#ixzz2eDNvRuBq

inilah 9 Kapal Perang Buatan Indonesia

9 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA

9 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA





Keberadaan peralatan dan kendaraan militer adalah kebutuhan bagi setiap negara. Dan karena fungsinya yang strategis sehingga alutsista selalu menuntut teknologi yang unggul. Bahkan untuk standarisasi  equipment sampai ada khusus untuk  militer. Hal-hal seperti inilah yang membuat banyak negara meng-impor peralatan militernya dari negara lain yang lebih maju.
Indonesia adalah salah satu negara peng-impor alutsista. Kebanyakan peralatan militer kita masih didatangkan dari negara lain. Seperti Amerika, China dan Korea dll.  Pesawat tempur, Tank, Kapal laut, kapal selam masih banyak yang di impor. Tetapi sebenarnya tidak semua alutsista kita diimpor dari negara lain. Dengan program pemerintah yang lebih memberdayakan industri dalam negeri, pelan-pelan sudah mulai terlihat hasil karya anak bangsa.

Seperti  Panser Anoa, Roket R-Han, senapan serbu bahkan satelit dan masih banyak lagi. Dan tidak ketinggalan juga beberapa kapal perang yang pernah di produksi maupun yang masih dalam tahap pengembangan. Beberapa jenis kapal perang tersebut diantaranya adalah : 

1.    KRI Banjarmasin

KRI Banjarmasin adalah Kapal perang pertama yang dibuat oleh Indonesia. Kapal ini diresmikan pada januari 2011. Kapal ini diproduksi oleh PT PAL yang bekerja sama dengan DSS (Dae Sun Shipbuilding) pada program transfer teknologi.
 
592

Kapal ini adalah jenis Landing Platform Deck (LPD) . memiliki panjang 125m, lebar 22m dan berat 7300 ton.  Memiliki kecepatan maksimal  15 knot mampu mengangkut 562 personel, 13 unit tank, 2 unit Landing Craft Vehicles, 5 unit helikopter. Kapal ini juga dipersenjatai dengan 1 unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm.

BajarmasinWalaupun Sejatinya kapal ini bukan 100% buatan indonesia. Karena sebenarnya kapal ini dipesan dari  Dae Sun Shipbuilding (DSS), Korea Selatan. Tetapi pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari DSS dan ini adalah permulaan tumbuhnya industri kapal Militer di Indonesia.
 
Banjarmasin

2.    KRI Krait 827

Kapal ini bukan hanya rancangan anak bangsa, namun seratus persen pekerjaannya ditangani putra-putri Indonesia yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Ini kapal perang (KRI) pertama di Indonesia berbahan baku aluminium yang sukses diproduksi
 
KraitKapal perang bernama KRI Krait-827 itu merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI-AL -lewat Fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan) Mentigi- dan PT Batam Expresindo Shipyard (BES), Tanjung Guncang. Pengerjaan dilakukan mulai Juni 2007

Kapal Patroli ini dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata antiserangan udara 12,7 mitraliur dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mili yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual. Kapal ini juga dirancang hemat  BBM

Krait

3.    KRI Tarihu – 829

Sama Seperti KRI Krait, KRI Tarihu juga merupakan kapal Patroli Cepat buatan Fasharkan yang di buat di Mentigi, Batam.

KRI Tarihu-829 terbuat dari bahan glass fiber reinforced plastic (GFRP).  memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm. Dalam uji coba ini mampu menempuh kecepatan 25 knot.

Tarihu

4.    KRI Alkura 820

Kapal ini merupakan kapal Patroli Cepat yang dibuat pada tahun 2009.  Kapal ini juga dibuat oleh Faasharkan Batam.
alkura

5.    KRI Clurit 641

CluritKapal ini 100 persen pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam. Kapal ini merupakan jenis Kapal cepat Rudal (KCR)  dengan kecepatan 30 knot yang dilengkapi dengan sistem persenjataan modern seperti Sensor Weapon Control (Sewaco), Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), serta peluru kendali


Kapal ini terbuat dari baja khusus High Tensils Steel pada bagian hulunya (lambung). Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar
 
Clurit
 
Kapal ini memiliki panjang 44 meter dan lebar 8 meter, serta tinggi kapal 3,4 meter. Draft kapal ini 1,75, dengan displacement 238 ton, yang mampu mengangkut bahan bakar 50 ton dan air tawar 15 ton.

6.    KRI Kujang 642

KujangKapal ini sekelas dengan KRI Clurit yang memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai KCR (Kapal Cepat Rudal)  dan kapal patroli. Kapal ini juga diproduksi oleh PT Palindo Marine Industries.

Kapal dengan teknologi tinggi tersebut memiliki spesifikasi panjang 40 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun. KCR 40 mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.
 
 
 
Kujang
KCR-40 terbuat dari baja khusus bernama high tensile steel pada bagian lambung. Baja hight tensils steel merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Krakatau Steel. Sementara untuk bagian atasanya menggunakan aluminium alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.

7.    KRI Banda Aceh

Satu lagi kapal Landing Platform Dock (LPD) buatan PT PAL kembali memperkuat armada TNI AL. Kapal LPD yang dikukuhkan sebagai  KRI Banda Aceh  itu diserahkan Dirut PT PAL Harsusanto kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Meret 2011.
 
 Banda Aceh
 
Serupa dengan kapal sejenis sebelumnya, KRI Banjarmasin, KRI Banda Aceh mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar.
Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, 126 awak. Kapal itu juga dpat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.

8.    Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran

KCR Trimaran adalah Kapal dengan teknologi canggih yang saat ini sedang dikembangkan oleh  PT Lundin Industry Invest,  Banyuwangi, Jawa Timur. Kabarnya TNI AL telah memesan 4 kapal jenis ini.  Kapal ini rencananya akan digunakan sebagai Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Indonesia.
 
trimaran
 
Satu-satu nya kapal perang di dunia yang berbahan komposit serat karbon . perlu  anda tahu sudah ada beberapa negara pengguna kapal perang berdesain Trimaran, namun tidak satupun yang berbahan komposit serat karbon.
 
trimaran
Dengan menggunakan komposit serat karbon diharapkan kapal perang berpeluru kendali milik Indonesia mampu memiliki manuver di atas air yang mumpuni, stabil, lincah, ringan namun kuat. Karena kekuatan serat karbon diyakini memiliki kekuatan 20 kali lebih kuat dibanding baja
 
 

Sebenarnya Apa Itu Konsep Trimaran ?

TrimaranTrimaran sendiri adalah kapal multihull atau berlambung lebih dari satu. Yaitu terdiri dari lambung utama yang disebut VAKA dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di kanan dan kiri lambung utama yang disebut AMAS. Menurut Wikipedia asal kapal/perahu Trimaran berasal dari kepulauan Pasifik.

Jadi memang desain kapal perang Trimaran diambil dari perahu bercadik yang banyak dijumpai di kepulauan Pasifik. Selama ini kapal perang konvensional selalu berlambung tunggal atau monohull yang sulit bila harus berlayar di perairan dangkal dan mudah tenggelam. Namun tidak dengan desain multihull seperti Trimaran. Banyak keunggulan yang ditawarkan dengan konsep multihull itu sendiri.
Mampu berlayar di laut dangkal, mempunyai kecepatan lebih kencang daripada kapal sejenis namun masih memakai satu lambung. Lebih ringan, stabil dan tentunya susah untuk tenggelam. Namun tetap masing-masing konsep desain memiliki kelebihan dan kekurangan. Kapal perang berkonsep Trimaran memerlukan dok yang lebih lebar dengan adanya cadik di kanan dan kiri lambung utama, kecuali cadik tersebut bisa dilipat. Saat bermanuver seperti berbelok, kapal jenis Trimaran juga memerlukan ruang yang lebih luas daripada kapal perang konvensional dan juga lambung utama yang lebih kecil yang tentu saja menyusutkan penempatan kabin di dalamnya.


9.    Kapal Induk Helicopter

Saat ini PT PAL Surabaya juga sudah membuat prototype kapal induk kecil yang bisa memuat 6 helikopter, juga sudah membuat blueprint yang untuk pesawat jet tempur.
 
 
kapal induk

Sumber : http://tekateki2013.blogspot.com/2013/04/9-kapal-perang-buatan-indonesia.html#ixzz2eDQtWsYe

Qadar dan Qadla

QADHA DAN QADAR


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Qadha dan Qadar merupakan rukun iman yang ke enam. Kita umat muslim harus benar-benar meyakininya, artinya setiap manusia (muslim dan muslimat) wajib mempunyai niat dan keyakinan sungguh-sungguh bahwa segala perbuatan makhluk, sengaja maupun tidak telah diteapkan oleh Allah SWT.[1]
            Pembicaraan mengenai qadha dan qadar merupakan suatu bahan diskusi yang tidak akan pernah selesai atau habis untuk dibahas oleh banyak kalangan dan juga tidak akan pernah ada suatu kesepakatan. Dalam persoalan qadha dan qadar kaum muslimin terpecah menjadi dua golongan yaitu golongan Jabbariyah dan golongan Qadariyah. Dan dalam makalah ini yang menjadi pokok pembahasan adalah takdir menurut golongan Qadariyah. Dari pembahasan makalah ini diharapkan kita semua bisa mendapatkan pemahaman yang bisa meningkatkan kadar keimanan kita kepada Allah SWT.
B.     Rumusan Masalah
1.      Sebutkan definisi Qadha dan Qadar dari berbagai segi?
2.      Apa saja ruang lingkup Qadha dan Qadar?
3.      Bagaimanakah takdir menurut Qadariyah?

BAB II
PEMBAHASAN
A.          Definisi Qadha dan Qadar
1.      Secara etimologi, qadha memiliki arti yaitu sebagai berikut:
a.       Pemutusan, kita bisa temukan pengertian ini pada firman Allah:
“(Dia) yang mengadakan langit dan bumi dengan indahnya, dan memutuskan sesuatu perkara, hanya Dia mengatakan: Jadilah, lalu jadi.” [QS. Al-Baqarah (2): 117]
b.      Perintah, kita bisa temukan pengertian ini pada firman Allah:
 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. Al-Israa` (17): 23]
c.       Pemberitaan, bisa kita temukan dalam ayat:
 “Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” [QS. Al-Hijr (15): 66]
Imam az-Zuhri berkata, “Qadha secara etimologi memiliki arti yang banyak. Dan semua pengertian yang berkaitan dengan qadha kembali kepada makna kesempurnaan….” (An-Nihayat fii Ghariib al-Hadits, Ibnu Al-Atsir 4/78).
Adapun qadar secara etimologi berasal dari kata qaddara, yuqaddiru, taqdiiran yang berarti penentuan. Pengertian ini bisa kita lihat dalam ayat Allah berikut ini:
 “Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” [QS. Fushshilat (41): 10].
2.      Dari sudut terminologi, qadha adalah pengetahuan yang lampau, yang telah ditetapkan oleh Allah pada zaman azali. Adapun qadar adalah terjadinya suatu ciptaan yang sesuai dengan penetapan (qadha).[2]
3.      Menurut Ulama Mutakallimin
a.       Golongan Asy’ariyah
Qadha adalah iradah Allah dalam azalnya berhubungan dengan segala hal dan keadaan, kebaikan atau keburukannya keadaan mana yamg sesuai dengan apa yang akan diciptakan Allah yang tidak akan berubah sampai terbuktinya iradah tersebut. Sedangkan Qadar adalah “mewujudkannya Allah” terhadap semua makhluk dalam bentuk tertentu, baik mengenai zat ataupun sifatnya dimana keadaan itu sesuai dengan iradah Allah.
b.      Golongan Maturidiyah
Qadha adalah mewujudkannya Allah terhadap sesuatu dengan serapi-rapinya dan sebaik-baiknya. Sedangkan Qadar adalah ilmu Allah tentang azalnya tentang akan terjadinya segala sesuatu dalam bentuk dan keadaan yang tidak akan menyimpang dari ilmu Allah tersebut.
c.       Golongan Mu’tazilah (Qadariyah)
Dalam memahami qadha dan qadar mereka memahami bahwa manusia atau hamba Allah itu berdiri sebagai subyek yang dapat menentukan perbuatannya sendiri yang berupa perbuatan ikhtiyariah, sedang Allah itu tidak menghendaki adanya kemaksiatan dan kejahatan.
d.      Ahli filsafat
Qadha ialah ilmu Allah terhadap segala sesuatu, bagaimana seharusnya keadaan sesuatu itu terwujud dalam sebaik-baik bentuk dan sistem. Sedangkan Qadar adalah terbuktinya semua kejadian dan makhluk di alam sehingga benar-benar wujud, lengkap dengan sebab-sebabya serta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh qadha Allah.[3]
B.           Ruang Lingkup Qadha dan Qadar
Dalam membahas Qadha dan Qadar, kita juga merasa perlu untuk membahas pula apa itu takdir dan juga nasib, apakah keduanya ini sama-sama dalam pendefinisian qadha dan qadar. Ataukah memiliki keterkaitan atau juga mungkin malah saling kontradiksi.
                      Jadi secara sederhana kita dapat memahami, bahwa qadha merupakan hukum yang ditetapkan Allah dalam azalinya semenjak dahulu kala tentang apa-apa yang akan terjadi di dunia dan akhirat, sementara qadar adalah merancang dan merencanakan sesuatu yang akan diperbuat dengan fikiran dan perhitungan yang semasak-masaknya dan seteliti-telitinya.[4]
                      Dari pengertian di atas, maka antara qadha dan qadar itu tidak terlalu berbeda, malah bisa dikatakan satu arti. Hal ini dapat kita lihat berdasarkan hadis Nabi Muhammad, dimana penuturan qadha dan qadar bersama-sama dan kadang hanya menuturkan qadar saja, umpamanya:
           Artinya:
           Ilmu Allah Ta’ala dalam azalnya yang meliputi segala apa yang akan terjadi dan yang berhubungan dengan itu, dan yang sekiranya terjadi kelak pasti sesuai dengan apa yang telah diketahui dan yang telah ditentukan sejak semula oleh Allah.
                      Berikutnya  akan dijelaskan tentang takdir dan nasib
1)   Istilah takdir dapat kita temukan dalam Al-Quran surat al-Ra’d ayat 8:
           Artnya:
          
           Jadi kata Miqdarun dan taqdirun seolah  merupakan dua kata yang berbeda namun tersusun dari kata yang sama yaitu Qa-da-ra.yang artinya adalah rancangan.
           Jadi disini Allah telah menyatakan bahwa segala sesuatu adalah mempunyai rancangan masing-masing. Dan nanti akan dibuktikan juga dengan hadist yang mengatakan ”fil azali la syai’in illahi Azawajalla, tsumma khalaqal Maqadira” (Pada mulanya tidak ada apapun kecuali Allah dengan segala ilmunya, selanjutnya (dengan ilmunya itu) Allah membuat rancang bangun segala)
2)   Sementara nasib dapat kita jumpai pada al-Quran surat al-Nisa’ ayat 51:
          
           Artinya:
          
           Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa kita mestinya dapat melihat akibat dari orang yang percaya dengan jibti dan thaagut, mereka akan menemukan nasib sial.   Jadi nasib adalah akibat dari pilihan hidup yang akan memastikan pada nasib baik (hidup dengan selain jibti dan taaghut) atau  dari pilihan hidup yang akan memastikan pada nasib sial (dengan pilihan jibti dan thaaghut).
                     Dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu itu tergantung rancangan masing-masing. Jadi takdir berdasarkan Quran  maupun hadis diatas berarti adalah suatu rancangan. Bahasa kerennya adalah Blue print. Allah sendiri dalam menciptakan alam semesta ini bermula dari ilmu-Nya yang kemudian membuat rancangannya yang terdiri rancangan positif dan negatif. (Thummakhalaqal maqaadir, thumma khalaqal maa) Pada penciptaan ini,  Allah telah mengajarkan dengan menciptakan dari yang baik atau rancangan yang baik maka begitu juga kita sebagai manusia harus mengawali sesuatu itu dengan yang baik. (”ma khalaqta hadza batilan, tidak Aku ciptakan dari sesuatu yang batil).
                     Setelah kita menyadari bahwa sesuatu itu mempunyai rancangan (yang baik maupun yang buruk) maka Tugas Allah adalah sebagai Hakimun, yaitu Hakim penentu yang tidak pernah salah atas segala usaha yang dilakukan oleh Makhluq-Nya. Keputusan Allah ini tidak bisa diganggu gugat. Allah sebagai Penentu, dan manusia tinggal memilih rancangan mana yang mau diambil. Kalau manusia telah memilih mana rancangan yang mau diambil dan kemudian mengusahakan atas pilihannya itu dengan mengerahkan segenap kemampuanya, maka pada waktunya akan menerima keputusan atau nasib. Jadi nasib adalah keputusan dari Allah atau kepastian dari Allah atas pilihan yang diusahakannya.[5]
                     Sementara itu dalam buku Mengubah Takdir karya Agus Mustofa, disebutkan takdir bukanlah nasib. Takdir adalah takdir, yang ditetapkan Allah berdasarkan usaha kita. Maka tujuan diajarkannya konsep takdir adalah agar kita profesional dalam menyikapi akibat perbuatan kita. Agar tidak gembira berlebuhan ketika mendapat rahmat. Dan agar tidak putus asa ketika gagal. Jadi tipikal orang yang mempercayai takdir adalah orang-orang yang menyeimbangkan kenikmatan duniawi dan kenikmatan ukhrawi secara simultan.
C.          Takdir Menurut Qadariyah
Kata Qadariyah berasal qadara yang berarti berkuasa. Maksud berkuasa adalah mempunyai kekuasaan (qudrat). Tuhan disebut Qadir karena Dia mempunyai qudrat yang sangat besar dan dahsyat. Manusia bisa berbuat karena dalam dirinya juga terdapat qudrat.[6] Adapun menurut pengertian terminologi, Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya; ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri, berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa Qadariyah dipakai untuk nama aliran yang memberi penekanan atas kebebasan. Dalam hal ini, Harun Nasution menegaskan bahwa kaum Qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia harus tunduk pada qadar Tuhan.[7]
Adapun doktrin yang dikembangkan oleh kaum Qadariyah ini diantaranya:
1.      Manusia mempunyai daya dan kekuatan untuk menentukan nasibnya, melakukan segala sesuatu yang diinginkan baik dan buruknya. Jadi surga atau neraka yang didapatnya bukan merupakan takdir Tuhan melainkan karena kehendak dan perbuatannya sendiri.
2.      Faham takdir dalam pandang Qadariyah bukanlah dalam pengertian takdir yang umum di pakai bangsa Arab ketika itu, yaitu faham yang mengatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu. Dalam perbuatan-perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan sejak azali terhadap dirinya. Dalam faham Qadariyah, takdir itu ketentuan Allah yang di ciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya, sejak azali, yaitu hukum yang dalam istilah Al-Quran adalah sunatullah.[8]
3.      Secara alamiah manusia mempunyai takdir yang tak dapat diubah mengikuti hukum alam seperti tidak memiliki sayap untuk terbang, tetapi manusia memiliki daya untuk mengembangkan pemikiran dan daya kreatifitasnya sehingga manusia dapat menghasilkan karya untuk mengimbangi atau mengikuti hukum alam tersebut dengan menciptakan pesawat terbang.[9]
Jadi, secara tidak langsung Qadariyah adalah aliran yang berpendapat bahwa takdir itu tidak ada. Dan segala sesuatu itu tergantung pada diri sendiri. Jika ia berkehendak, maka ia dapat memberikan petunjuk pada dirinya sendiri, barangsiapa menghendaki juga dapat menyesatkan dirinya sendiri, serta siapa yang berkehendak, maka ia dapat menghinakan dirinya, dan siapa yang mengunginkan, maka ia akan mengantarkan dirinya kepada kebaikan. Semuanya itu kembali pada kehendak hamba itu sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehendak Tuhan.[10]

BAB III
KESIMPULAN
a.       Definisi Qadha dan Qadar
            Secara etimologi, qadha berarti pemutusan, perintah, dan pemberitaan. Sedangkan qadar berarti penentuan. Sedangkan secara terminologi, qadha adalah pengetahuan yang lampau, yang telah ditetapkan oleh Allah pada zaman azali. Adapun qadar adalah terjadinya suatu ciptaan yang sesuai dengan penetapan (qadha).
            Sedangkan menurut ulama mutakallimin, dalam hal ini golongan Mu’tazilah (Qadariyah), yaitu dalam memahami qadha dan qadar mereka memahami bahwa manusia atau hamba Allah itu berdiri sebagai subyek yang dapat menentukan perbuatannya sendiri yang berupa perbuatan ikhtiyariah, sedang Allah itu tidak menghendaki adanya kemaksiatan dan kejahatan.
b.      Ruang lingkup dalam membahas qadha dan qadar maka dirasa perlu untuk juga menjelaskan takdir dan nasib.
            Jadi secara sederhana kita dapat memahami, bahwa qadha merupakan hukum yang ditetapkan Allah dalam azalinya semenjak dahulu kala tentang apa-apa yang akan terjadi di dunia dan akhirat, sementara qadar adalah merancang dan merencanakan sesuatu yang akan diperbuat dengan fikiran dan perhitungan yang semasak-masaknya dan seteliti-telitinya.
            Sedangkan takdir, berdasarkan Quran  maupun hadis berarti suatu rancangan. Bahasa kerennya adalah Blue print. Allah sendiri dalam menciptakan alam semesta ini bermula dari ilmu-Nya yang kemudian membuat rancangannya yang terdiri rancangan positif dan negatif.
            Dan nasib adalah ketika manusia telah memilih mana rancangan yang mau diambil dan kemudian mengusahakan atas pilihannya itu dengan mengerahkan segenap kemampuanya, maka pada waktunya akan menerima keputusan atau nasib. Jadi nasib adalah keputusan dari Allah atau kepastian dari Allah atas pilihan yang diusahakannya.
c.       Takdir menurut Qadariyah
            Secara tidak langsung Qadariyah adalah aliran yang berpendapat bahwa takdir itu tidak ada. Dan segala sesuatu itu tergantung pada diri sendiri. Jika ia berkehendak, maka ia dapat memberikan petunjuk pada dirinya sendiri, barangsiapa menghendaki juga dapat menyesatkan dirinya sendiri, serta siapa yang berkehendak, maka ia dapat menghinakan dirinya, dan siapa yang mengunginkan, maka ia akan mengantarkan dirinya kepada kebaikan. Semuanya itu kembali pada kehendak hamba itu sendiri dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehendak Tuhan.
DAFTAR PUSTAKA
 Abdul Mu’in, Taib Thahir. Ilmu Kalam, Jakarta: Widjaya
                                             Al-Jauziyah,Ibnu Qayyim. 2006.  Qadha dan Qadar Ulasan Tuntas Masalah                                Takdir, Jakarta: Pustaka Azzam
                                            http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/diakses
 Zainuddin, H. 1996. Ilmu Tauhid Lengkap, Jakarta: Rineka Cipta


                [1] Drs. H. Zainuddin, Ilmu Tauhid Lengkap, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), 132.
                [2] http://www.dakwatuna.com/2008/iman-kepada-qadha-dan-qadar/ diakses pada tanggal 31 Oktober 2010
                [3] Prof. K.H.M Taib Thahir Abdul Mu’in, Ilmu Kalam, (Jakarta: Widjaya, xxx),  225-226.
                [4] Ibid., 228.
                [5] http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/rakhma/2010/02/07/nasib-dan-taqdir/ diakses pada tanggal 31 Oktober 2010
                [6] Afrizal M., Ibn Rusyd 7 Perdebatan Utama dalam Teologi Islam, (Jakarta: Erlangga, 2006), 28-29.
                [8]Ibid.,
                [9] http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/diakses pada tanggal  31 Oktober 2010
                [10] Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Qadha dan Qadar Ulasan Tuntas Masalah Takdir, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006), xv.

Jumat, 15 Februari 2013

Cerita tentang penghafal al-Quran yang berzina


Cerita tentang penghafal al-Quran yang berzina

Rabu, 2 Rabiul Akhir 1434 H / 31 Oktober 2012 07:26
Cerita tentang penghafal al-Quran yang berzina
(Arrahmah.com)  – Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, eks teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur’an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur’an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil sanad minimal satu dari 10 qiraat.
Secara pribadi, saya paling suka kalau main ke tempat beliau, karena “pembicaraannya” tidak seperti pembicaraan manusia pada umumnya. Banyak nasehat yang dinukil dari kalamullah, hadits, atau petuah salaf sehingga membuat hati tidak bosan untuk mengambil faidah. Demikianlah persangkaan saya berdasar dzahir yang saya lihat, dan tidak bermaksud menyucikan seorang pun di hadapan Allah ta’ala.
Maka, tanpa terasa kunjungan saya pun sampai terlalu larut hingga jam dinding menunjukkan waktu hampir pukul dua belas malam. Di antara nasehat terakhir sebelum berpisah; beliau mewanti-wanti untuk menjauhi tempat-tempat dan sebab-sebab fitnah yang merusak. Katanya, nabi memberikan pesan bahwa jika seseorang mendengar kemunculan Dajjal di akhir zaman nanti, jangan penasaran untuk melihatnya, tetapi begitu mendengar nama Dajjal, segeralah lari menjauh. Ini juga merupakan petunjuk bahwa kita jangan main-main dan merasa aman dari fitnah yang merusak. Seseorang yang lama belajar agama, tidak bisa dijamin dirinya akan selamat di akhir hidupnya nanti. Maka, jauhilah fitnah yang merusak sejauh mungkin, jangan coba-coba penasaran lalu mencicipi masuk ke dalamnya.
“Terdapat sebuah kisah nyata yang belum lama ini terjadi, ada seorang ikhwan, kesibukannya adalah menghafal Al-Qur’an, bahkan katanya sudah disebut hafizd. Di tempat lain, ada juga seorang akhwat yang hafizhah.
Dalam suatu waktu, diselenggarakan daurah kajian Ustadz di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua berada. Entah karena sekadar ingin mencoba ta’aruf, atau sekadar ingin mengenal satu sama lain, atau entahlah alasan-alasan yang lain, mereka bersepakat untuk hadir dalam daurah Ustadz tersebut.
Usai daurah, mereka berdua bersepakat untuk berpapasan. Qadarullah, di saat mereka berpapasan, Allah menurunkan hujan. Karena basah kuyup, mereka mencari tempat untuk berteduh. Di saat mereka berada di tempat berteduh tersebut, setan menggoda mereka akhirnya terjadilah perbuatan yang menyedihkan, zina. Na’udzubillahi min dzalik.”
Kisah di atas bukan fiksi, tetapi kisah nyata yang belum lama terjadi. Alhamdulillah pelaku zina tersebut kini sudah bertaubat (mudah-mudahan Allah menerima taubatnya dan menutup aibnya), dan membolehkan cerita ini disampaikan untuk menjadi ibrah (pelajaran), dengan tidak menyebut nama pelaku.
Usai menceritakan kisah tersebut, kawan saya ini mengingatkan bahwa tujuan kita hidup ini adalah mencari jalan menuju surga, yang belum pernah kita rasakan. Nah, tidakkah kita ingat bahwa nabi Adam alaihis-salam yang sudah merasakan kenikmatan surga tanpa kekurangan suatu apapun, masih saja terkena godaaan iblis untuk mendekati pohon yang dilarang Allah untuk didekati? Apalagi kita yang hidup di bumi yang penuh kekurangan, ketidaknikmatan, dan kalaupun ada kenikmatan, belum ada apa-apanya dengan kenikmatan surga? Maka, kemungkinan untuk termakan godaan iblis untuk menikmati kenikmatan tipuan lebih besar lagi. Wal’iyadzu billah.
Lihatlah contoh pemuda-pemudi penghafal Al-Qur’an ini. Bandingkan dengan kita yang mungkin minim atau hampir tidak punya hafalan Al-Qur’an, apalagi belajar agama. Apalagi perhatikan, mereka berdua tidak janjian di tempat pelacuran, tempat cafe, atau karaoke malam, tetapi janjian di tempat daurah, tempat majelis ilmu. Maka, ingatlah bahwa iblis tidak akan menyerah menggoda anak keturunan Adam. Apalagi, iblis memilki pengalaman dari zaman Adam hinggga zaman sekarang untuk menyesatkan manusia. Kurang pengalaman apa lagi? Jika orang shalih saja masih terkena rayuan iblis, maka kita yang pas-pasan ini harus lebih ekstra hati-hati.
Bersyukurlah kita yang masih diselamatkan Allah ta’ala dari maksiat besar. Namun, kita tidak tahu besok apakah kita masih aman dari maksiat atau tidak. Boleh jadi, sekarang kita memang di jalan yang lurus, tetapi besok? Maka, jika kita menyadari ini, masih ada waktu untuk mengistiqomahkan diri, dan bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang dulu pernah kita perbuat. Dan jangan lupa teruslah berdoa kepada Allah agar selalu istiqomah, karena keistiqomahan merupakan anugerah Allah.
Janganlah sekali-kali kita aman dari pebuatan maksiat. Maka, jauhilah sebab-sebab fitnah yang merusak. Jauhilah tempat-tempat yang bisa menimbulkan fitnah yang merusak. Selalu luruskanlah niat kita, karena kalau hati ini tidak lurus, amalan shalih yang selama ini kita lakukan tidak ada artinya.
* Demikianlah faidah yang saya rangkum dari pembicaraan dengan kawan saya ini. Mudah-mudahan bisa jadi pengingat bagi diri saya sendiri dan siapa saja yang membaca catatatan ini.
Yogyakarta, Akhir Muharram 1433 – 24 Desember 2011 M
Oleh: Abu Muhammad Al-’Ashri
(alashree blog/muslimahzone.com)

Sebarkan!